
Ketua baru Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, kembali menegaskan komitmen bank sentral AS untuk menurunkan inflasi ke target 2%. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum tahunan bank sentral dunia yang digelar di Sintra, Portugal, dan menjadi komentar publik pertamanya sejak rapat kebijakan The Fed dua pekan lalu.
Warsh menegaskan bahwa The Fed tidak akan merasa nyaman jika inflasi bertahan di atas target.
"Jika ada yang mengira The Fed akan menerima inflasi di atas 2%, mereka akan kecewa. Kami akan memastikan stabilitas harga di Amerika Serikat," tegas Warsh.
Pernyataan ini memperkuat sikap hawkish The Fed setelah pada pertemuan Juni bank sentral mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% - 3,75%, namun membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila inflasi tetap tinggi.
The Fed Tegaskan Tetap Independen dari Tekanan Politik
Warsh juga menegaskan bahwa The Fed akan tetap mengambil keputusan berdasarkan kondisi ekonomi, bukan tekanan politik. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump sebelumnya beberapa kali mendorong bank sentral untuk menurunkan suku bunga demi mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menurut Warsh, independensi The Fed tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan kebijakan moneter.
"Kami telah menjadi bank sentral yang independen sejak lama, dan itu tidak akan berubah," ujarnya.
Selain itu, Warsh menyambut baik putusan Mahkamah Agung AS yang memperkuat independensi The Fed, sehingga bank sentral dapat tetap fokus menjalankan mandat menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja.
Inflasi Masih Tinggi Meski Mulai Mereda
Meski Warsh mengakui ekspektasi inflasi mulai membaik dalam beberapa pekan terakhir, ia menilai kondisi saat ini belum cukup untuk membuat The Fed melonggarkan kebijakan moneternya.
Data terbaru menunjukkan:
Core PCE Mei:
3,4% (tertinggi sejak Oktober 2023)
Proyeksi inflasi utama The Fed 2026:
3,6% (naik dari proyeksi sebelumnya 2,7%)
Proyeksi inflasi inti 2026:
3,3% (sebelumnya 2,7%)
Meski harga minyak sempat turun setelah muncul harapan perdamaian AS-Iran, The Fed masih melihat risiko inflasi belum sepenuhnya hilang.
Warsh Belum Beri Sinyal Soal Keputusan Suku Bunga Juli
Meski kembali menegaskan fokus pada inflasi, Warsh tidak memberikan petunjuk apakah The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan akhir Juli. Dia kembali menolak memberikan forward guidance, yaitu praktik bank sentral memberi sinyal mengenai arah kebijakan di masa depan.
Warsh menilai bank sentral sebaiknya tidak terlalu banyak memberikan proyeksi kepada pasar, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pendekatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah kepala bank sentral lain, termasuk Presiden ECB Christine Lagarde, Gubernur Bank of England Andrew Bailey, dan Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem.
Pasar Kini Menunggu Data Nonfarm Payrolls
Fokus investor kini beralih ke data Nonfarm Payrolls (NFP) AS dan Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) yang akan dirilis malam ini pukul 19.30 WIB.
Konsensus Reuters memperkirakan:
- Penambahan tenaga kerja Juni: 110.000 pekerjaan
- Unemployment Rate: tetap di 4,3%
Data ketenagakerjaan ini menjadi indikator penting bagi arah kebijakan The Fed. Jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga diperkirakan semakin besar dan dapat kembali mengangkat nilai Dolar AS.
Sebaliknya, apabila data tenaga kerja melemah secara signifikan, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat berkurang sehingga tekanan terhadap Dolar AS berpotensi meningkat.
Dolar Stabil, Yen Jadi Sorotan
Menjelang rilis NFP, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak relatif stabil di 101,38.
Sementara itu, Yen Jepang kembali menjadi perhatian setelah melemah hingga 162,84 per dolar AS, level terendah dalam 40 tahun. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang dapat kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing, terutama saat likuiditas pasar menipis menjelang libur nasional Amerika Serikat.
Bagi pelaku pasar forex, kombinasi pernyataan hawkish dari Kevin Warsh dan rilis data NFP diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan Dolar AS, pasangan mata uang utama, hingga harga emas dalam jangka pendek.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

-จบ-