Rupiah Melemah ke Rp17.977 per Dolar AS, Pasar Menanti Data NFP Amerika Serikat

avatar
· Views 454

Rupiah Melemah ke Rp17.977 per Dolar AS, Pasar Menanti Data NFP Amerika Serikat

Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (2/7). Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.977 per dolar AS, turun 25 poin atau sekitar 0,14 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung beragam terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,05 persen, sementara won Korea Selatan terkoreksi 0,27 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru berhasil menguat. Yuan China naik 0,06 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,21 persen, dolar Singapura menguat 0,04 persen, yen Jepang bertambah 0,02 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak bergerak di zona hijau. Euro menguat 0,05 persen, poundsterling Inggris naik 0,08 persen, dolar Australia terapresiasi 0,03 persen, dolar Kanada menguat 0,01 persen, dan franc Swiss bertambah 0,09 persen terhadap dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi berada di bawah tekanan seiring menguatnya dolar AS menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls (NFP).

Menurutnya, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) masih memiliki peluang untuk kembali menaikkan suku bunga.

Selain faktor global, sentimen domestik juga dinilai belum cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah. Aksi jual yang masih dilakukan investor asing menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan mata uang Garuda.

"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed menjelang rilis data pekerjaan AS atau Nonfarm Payrolls (NFP) malam ini. Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing," ujar Lukman.

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Pelaku pasar kini menunggu hasil laporan NFP Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini. Data tersebut diperkirakan menjadi salah satu penentu utama arah kebijakan suku bunga The Fed sekaligus memengaruhi pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 1
avatar

-จบ-

  • tradingContest