
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Rabu (5/8) dengan penguatan ke level Rp17.974 per dolar AS, naik 53 poin atau 0,29% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi seiring melemahnya dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi serta meningkatnya optimisme terhadap potensi meredanya konflik di Timur Tengah.
Pergerakan rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang berada di zona hijau. Peso Filipina menguat 0,36%, won Korea Selatan naik 0,32%, ringgit Malaysia menguat 0,13%, yen Jepang naik 0,06%, dolar Singapura bertambah 0,02%, dan yuan China menguat tipis 0,01% terhadap dolar AS.
Sementara itu, dolar AS juga kehilangan tenaga terhadap beberapa mata uang utama dunia. Euro, poundsterling Inggris, dan dolar Kanada tercatat melemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam, mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati.
Menurut analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan dolar AS dipicu oleh hasil Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa ruang bagi Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga semakin terbatas.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari laporan mengenai potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang normalisasi kembali aktivitas di Selat Hormuz. Harapan tersebut mendorong penurunan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS dan memberikan dukungan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas karena pelaku pasar memilih menunggu rilis Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II yang dapat memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi domestik.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Data ekonomi Indonesia serta perkembangan negosiasi geopolitik di Timur Tengah diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

-จบ-