Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan, Lalu Terkoreksi Usai Data PPI AS Lebih Lemah

avatar
· Views 613
Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan, Lalu Terkoreksi Usai Data PPI AS Lebih Lemah

Harga emas (XAU/USD) sempat mencetak level tertinggi dalam dua bulan terakhir setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat (PPI) yang lebih rendah dari ekspektasi. Namun, setelah reli tersebut, harga mengalami aksi ambil untung sehingga terkoreksi sekitar 1,3% pada perdagangan Kamis.

Pelemahan inflasi produsen memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Kondisi suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Data Inflasi AS Mulai Melandai

Berdasarkan data dari Bureau of Labor Statistics (BLS):

  • Headline PPI Juli

    • Bulanan (MoM): 0,0% (lebih rendah dari perkiraan)
    • Tahunan (YoY): 4,7% (turun dari 5,5% pada Juni)
  • Core PPI Juli

    • Bulanan (MoM): 0,2%
    • Tahunan (YoY): 4,2%

Data tersebut menyusul laporan Consumer Price Index (CPI) sehari sebelumnya yang juga menunjukkan inflasi mulai melambat. Perlambatan pada CPI dan PPI meningkatkan ekspektasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda.

Ekspektasi The Fed Berubah

Setelah data PPI dirilis, pelaku pasar langsung menyesuaikan proyeksi kebijakan moneter.

Berdasarkan CME FedWatch Tool:

  • Peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 34%.
  • Peluang The Fed mempertahankan suku bunga meningkat menjadi hampir 66%.

Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa bunga.

Fokus Pasar Masih Tertuju pada Timur Tengah

Meski data inflasi memberikan dukungan bagi emas, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz masih menjadi perhatian. Iran kembali menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut berada di bawah kendalinya, sementara Amerika Serikat menyatakan jalur tersebut tetap terbuka bagi kapal komersial.

Ketegangan ini terus memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, meskipun harga minyak sempat terkoreksi setelah reli selama enam hari berturut-turut.

Kesimpulan

Perlambatan data inflasi AS memperkuat harapan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun, yang menjadi sentimen positif bagi emas dalam jangka menengah. Namun, setelah mencapai level tertinggi dua bulan, aksi ambil untung menyebabkan harga terkoreksi sementara.

Ke depan, arah pergerakan emas akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi AS, ekspektasi kebijakan The Fed, serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz.

 
 

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

  • tradingContest