🇯🇵 USD/JPY
Yen Jepang kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (20/8). Pasangan USD/JPY bergerak di sekitar 158,50, setelah Yen kesulitan mempertahankan penguatan di tengah pelebaran defisit perdagangan Jepang, tingginya biaya impor, serta selisih suku bunga yang masih lebar dengan Amerika Serikat.
USD/JPY Saat Ini
158,50
Tekanan terhadap Yen datang ketika ekonomi Jepang menghadapi kombinasi yang cukup rumit: ekspor memang tumbuh sangat kuat, tetapi impor meningkat lebih cepat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan Jepang terhadap barang dan energi dari luar negeri semakin besar dan memperlebar defisit perdagangan.
Defisit Perdagangan Jepang Makin Lebar
Defisit Perdagangan Jepang
Juni
¥409,9 M
Juli
¥634,5 M
Lebih kecil dari perkiraan ¥680 M, tapi terbesar sejak Januari — defisit ke-3 berturut-turut
Yang menarik, baik ekspor maupun impor sebenarnya mencatat rekor tertinggi.
Ekspor (YoY)
▲ 23,2%
Vs perkiraan 19,9% — tercepat sejak Okt 2022
Impor (YoY)
▲ 27,8%
Vs perkiraan 26,5% — tercepat sejak Nov 2022
Artinya, masalah utama Jepang bukan karena ekspornya melemah. Justru, impor yang tumbuh lebih cepat membuat surplus ekspor belum mampu mengimbangi biaya pembelian barang dari luar negeri.
Harga Energi Menjadi Masalah Besar bagi Yen
Salah satu faktor yang membuat kondisi tersebut penting bagi pasar valuta asing adalah tingginya harga energi. Jepang merupakan negara yang sangat bergantung pada impor energi. Ketika harga minyak dan komoditas energi meningkat, biaya yang harus dibayar perusahaan Jepang kepada luar negeri ikut naik. Semakin mahal energi yang harus diimpor, semakin besar pula kebutuhan terhadap mata uang asing.
Situasinya menjadi semakin rumit karena Jepang masih menghadapi perbedaan suku bunga yang cukup besar dengan AS. Suku bunga yang lebih tinggi di AS membuat aset berbasis Dolar relatif lebih menarik dibandingkan aset Yen. Kondisi tersebut turut menjaga daya tarik strategi carry trade — meminjam dana dalam mata uang dengan bunga rendah seperti Yen untuk membeli aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Selama selisih suku bunga masih lebar, Yen berpotensi tetap menghadapi tekanan.
Pemulihan Yen Bisa Butuh Intervensi Lagi
Strategis Societe Generale menilai Yen masih memiliki peluang untuk pulih dalam jangka menengah. Namun, mereka melihat pemulihan signifikan kemungkinan membutuhkan salah satu dari dua katalis utama:
Intervensi menjadi penting karena pemerintah Jepang sebelumnya sudah menunjukkan bahwa mereka bersedia masuk ke pasar untuk mencegah pelemahan Yen yang dianggap terlalu ekstrem.
The Fed Juga Menjadi Kunci Pergerakan USD/JPY
Di sisi lain, arah USD/JPY tidak hanya ditentukan oleh kondisi Jepang. Dolar AS juga menghadapi tantangan dari perubahan ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Risalah pertemuan The Fed pada Juli menunjukkan bahwa sejumlah pejabat masih membuka kemungkinan menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan yang cukup. The Fed sendiri mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%.
Tapi, data inflasi terbaru memberikan gambaran yang lebih moderat. Inflasi memang masih berada di atas target The Fed sebesar 2%, tetapi laju kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Peluang Kenaikan Suku Bunga — CME FedWatch
Sebulan Lalu
~47%
Sekarang
32,7%
Jika ekspektasi kenaikan suku bunga AS semakin berkurang, imbal hasil Treasury berpotensi ikut tertekan dan daya tarik Dolar bisa berkurang. Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi USD/JPY untuk turun.
Jadi, ke Mana Arah USD/JPY?
Untuk saat ini, USD/JPY masih memiliki fondasi bullish, tetapi ruang kenaikannya semakin bergantung pada kombinasi data AS, harga minyak, dan respons pemerintah Jepang. Ada tiga faktor utama yang layak diperhatikan trader:
Minyak yang semakin mahal berpotensi meningkatkan biaya impor Jepang dan menekan Yen.
Semakin kecil peluang kenaikan suku bunga AS, semakin berkurang pula dukungan fundamental bagi Dolar.
Semakin tinggi USD/JPY dan semakin cepat Yen melemah, semakin besar pula perhatian pasar terhadap kemungkinan intervensi.
📌 Bukan Sekadar Yen yang Lemah
Dengan kata lain, pelemahan Yen saat ini bukan hanya cerita tentang ekonomi Jepang yang lemah. Justru, data ekspor menunjukkan aktivitas perdagangan Jepang masih kuat. Masalahnya adalah impor tumbuh lebih cepat, biaya energi tinggi, dan selisih suku bunga dengan AS masih memberikan keuntungan bagi Dolar.
Bagi trader USD/JPY, level harga memang penting, tetapi arah minyak, ekspektasi suku bunga The Fed, dan potensi intervensi Jepang bisa menjadi katalis yang jauh lebih besar untuk menentukan pergerakan berikutnya.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน


-จบ-