
Inflasi inti AS kembali menjadi perhatian utama pasar. Hasil PCE hari ini yang akan keluar pukul 19.30 WIB bisa memperkuat atau justru meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, sementara USD sudah berada di level tertinggi dalam dua bulan terhadap sejumlah mata uang utama.
Pasar valuta asing memasuki akhir September dengan perhatian tertuju pada satu data penting dari Amerika Serikat, yaitu Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Agustus. Data ini menjadi semakin penting karena merupakan laporan inflasi utama terakhir sebelum pertemuan Federal Reserve pada 27 - 28 Oktober.
Core PCE (MoM) — Ekspektasi
0,3%
Naik dari 0,2% (Juli)
Core PCE (YoY) — Ekspektasi
3,3% - 3,4%
Sementara itu, headline PCE diperkirakan meningkat sekitar 0,4%–0,5% secara bulanan. Angka 0,3% menjadi level yang banyak diperhatikan trader. Jika hasilnya mencapai 0,4% atau lebih, pasar bisa kembali memperbesar ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Oktober. Sebaliknya, hasil 0,2% atau lebih rendah bisa memberikan ruang bagi The Fed untuk menunggu dan melihat perkembangan data berikutnya.
PCE Jadi Data Penting Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga
The Fed sudah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September ke kisaran 3,75% - 4,00%. Dalam proyeksi terbaru, median pejabat The Fed masih menunjukkan kemungkinan satu kenaikan 25 basis poin lagi sebelum akhir 2026. Karena itu, fokus pasar sekarang bukan hanya apakah suku bunga akan naik lagi, tetapi juga kapan kenaikan tersebut dilakukan.
Peluang Kenaikan Suku Bunga Oktober
~70%
Artinya, laporan PCE yang lebih panas dari perkiraan dapat membuat ekspektasi kenaikan Oktober semakin kuat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS dan mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi. Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, trader bisa kembali mempertimbangkan skenario The Fed menunda kenaikan hingga Desember.
Revisi Data Bisa Jadi Kejutan Tambahan
Ada satu hal yang membuat laporan PCE kali ini berbeda. Bersamaan dengan data Agustus, Bureau of Economic Analysis (BEA) juga akan merilis pembaruan tahunan terhadap data national accounts. Artinya, angka inflasi sebelumnya berpotensi mengalami revisi.
Buat trader, angka revisi ini gak kalah penting dari headline Agustus. Pasar kemungkinan akan melihat bukan hanya angka inflasi tahunan, tetapi juga tingkat inflasi tahunanisasi tiga dan enam bulan. Kalau revisi menunjukkan tekanan inflasi sebelumnya ternyata lebih rendah, interpretasi terhadap angka PCE terbaru bisa berubah. Jadi, membaca angka 3,4% secara terpisah belum tentu cukup untuk melihat arah kebijakan The Fed.
Belanja Konsumen AS Juga Perlu Diperhatikan
Selain inflasi, pasar akan melihat kondisi konsumsi rumah tangga AS. Pendapatan pribadi diperkirakan meningkat sekitar 0,5%, sementara pengeluaran konsumen diperkirakan tumbuh sekitar 0,8%–0,9%. Jika belanja kembali kuat, hal tersebut menunjukkan konsumen AS masih cukup tahan terhadap suku bunga tinggi.
Bagi The Fed, kondisi ini menjadi penting karena permintaan domestik yang tetap kuat dapat membuat tekanan harga bertahan lebih lama. Dengan kata lain, inflasi yang tinggi ditambah konsumsi yang kuat bisa memperbesar alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Dolar AS Sudah Menguat, GBP/USD Tertekan
Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed sudah mulai tercermin di pasar.
DXY
▲ Tertinggi sejak 28 Juli
GBP/USD
▼ 1,3200
Terendah 2 bulan
Kombinasi imbal hasil Treasury yang meningkat, ekspektasi kenaikan suku bunga dan ketidakpastian geopolitik membuat dolar mendapatkan dukungan.
Untuk GBP/USD, data PCE yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi menambah tekanan karena pasar dapat kembali meningkatkan ekspektasi terhadap suku bunga AS. Sebaliknya, PCE yang lebih lemah bisa memberikan ruang bagi pound untuk melakukan pemulihan, terutama jika imbal hasil Treasury ikut turun. Namun, pergerakan GBP/USD juga masih dipengaruhi risiko geopolitik AS-Iran yang membuat permintaan terhadap dolar sebagai aset safe-haven tetap menjadi perhatian pasar.
AUD/USD Juga Belum Mendapat Dorongan dari Data Tiongkok
Tekanan terhadap mata uang bukan hanya terjadi pada pound. AUD/USD juga melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan berada di sekitar 0,6970 pada perdagangan Asia.
Padahal, data ekonomi Tiongkok yang merupakan mitra dagang utama Australia justru menunjukkan perbaikan.
PMI Manufaktur (Resmi)
49,8 ➜ 50,1
PMI Non-Manufaktur
49,0 ➜ 50,2
PMI Manufaktur (RatingDog)
51,5 ➜ 52,1
PMI Jasa (RatingDog)
51,4 ➜ 51,6
Secara teori, perbaikan aktivitas ekonomi Tiongkok dapat menjadi sentimen positif bagi dolar Australia karena hubungan perdagangan Australia dengan Tiongkok cukup besar. Namun, AUD belum mendapatkan dorongan berarti karena perhatian pasar saat ini lebih kuat tertuju pada kebijakan The Fed dan arah dolar AS.
Apa yang Perlu Dipantau Trader?
Pergerakan pasar setelah rilis PCE kemungkinan akan sangat bergantung pada kombinasi beberapa angka, bukan hanya headline.
Jika Core PCE ≥ 0,4%
• Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed Oktober berpotensi meningkat.
• USD berpeluang mendapat dukungan; imbal hasil Treasury bisa kembali naik.
• GBP/USD dan AUD/USD berpotensi menghadapi tekanan.
• Emas dapat ikut tertekan jika kenaikan yield semakin kuat.
Jika Core PCE Sekitar 0,3%
• Sesuai ekspektasi pasar.
• Skenario kenaikan Oktober dan Desember masih sama-sama terbuka.
• Trader kemungkinan kembali mencari petunjuk dari data ekonomi berikutnya dan komentar pejabat The Fed.
Jika Core PCE ≤ 0,2%
• Ekspektasi kenaikan Oktober bisa berkurang; yield Treasury berpotensi turun.
• Tekanan terhadap USD dapat mereda.
• GBP/USD dan AUD/USD berpeluang mendapatkan ruang pemulihan.
PCE Agustus datang pada waktu yang cukup sensitif. Setelah The Fed menaikkan suku bunga ke 3,75% - 4,00% dan membuka kemungkinan satu kenaikan lagi tahun ini, data inflasi terbaru menjadi salah satu petunjuk penting untuk menentukan apakah kenaikan berikutnya terjadi pada Oktober atau ditunda.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

-จบ-