Dow Jones -87.72 poin, S&P500 -15.08 poin dan Nasdaq -40.38 poin. Yield obligasi 10 tahun AS naik ke 2.775%, dengan intraday high 2.830%. Bursa saham AS ditutup turun dan menghapus kenaikan yang terjadi di awal sesi perdagangan kemarin. Kenaikan inflasi ke level tertinggi dalam 40 tahun mengurangi sentimen positif meski data core naik lebih kecil dari perkiraan. Data core CPI AS naik lebih rendah dari perkiraan dikarenakan penurunan harga otomotif sedangkan sektor lain masih terus meningkat. S&P500 dan Nasdaq ditutup turun hari ketiga.
Data inflasi terbaru meningkatkan perkiraan Fed akan agresif dalam menaikkan suku bunga acuan, yang ditakutkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Analis memperkirakan jika Fed ingin mengontrol inflasi, maka suku bunga acuan setidaknya perlu berada di kisaran 3-3.5%. Wakil ketua Fed, Lael Brainard, menyebutkan perlambatan kenaikan core CPI merupakan perkembangan positif dalam rangka mengendalikan inflasi. Brainard mengingatkan masih perlu melihat perkembangan dalam beberap bulan ke depan.
Data inflasi CPI AS m/m dirilis +1.2% vs +1.2% perkiraan.
Data inflasi core CPI AS m/m dirilis +0.3% vs +0.5% perkiraan.
Data inflasi CPI AS y/y dirilis +8.5% vs +8.4% perkiraan.
Data sentimen ekonomi UE dari ZEW diriis -43.0 vs -46.5 perkiraan.
Data sentimen ekonomi Jerman dari ZEW dirilis -41.0 vs -48.4 perkiraan.
Presiden Putin menyebutkan perundingan damai Rusia-Ukraina saat ini buntu dan tidak dapat diteruskan. Namun penasihat presiden Ukraina menyebutkan perundingan masih berlanjut meski sangat sulit.
Crude oil kembali naik di atas $100 per barel. Pelonggaran lockdown di Shanghai, China menjadi salah satu alasan kenaikan oil. Penurunan produksi minyak Rusia ke level terendah tahun 2020 juga mendorong harga minyak untuk naik. OPEC memperingatkan AS dan negara barat lainnya bahwa akan tidak mungkin untuk menggantikan pasokan minyak dari Rusia (7 juta barel per hari) jika sanksi terus ditingkatkan.
Emas lanjut naik ke 1978 dan tutup di 1966 setel
Kurniawanzxz_