avatar
· Views 100
Laba Tesla Merosot Meski Penjualan Melejit   Tesla mencatat penurunan laba bersih sebesar sekitar 37% pada kuartal ketiga 2025, meski pendapatan perusahaan naik sekitar 12% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi meskipun konsumen Amerika Serikat berebut membeli kendaraan listrik dari Tesla sebelum program kredit pajak federal sebesar US$ 7.500 berakhir.   Selain itu, Tesla menghadapi beberapa tantangan struktural: pendapatan dari kredit regulasi otomotif menurun signifikan, biaya operasional dan riset naik, serta persaingan di segmen kendaraan listrik makin ketat.   Mengapa Saham Tesla Berpeluang Turun ke US$ 400   Dengan kombinasi: penurunan margin laba, habisnya insentif pajak yang sebelumnya menjadi pendorong kuat penjualan, serta tekanan kompetitif di pasar EV, saham Tesla (TSLA) berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut. Kurangnya insentif pajak diperkirakan akan mengurangi permintaan kendaraan listrik dari Tesla di AS ke depan.    Secara teknikal, jika sentimen negatif berlanjut—misalnya margin makin menyempit dan persaingan makin intensmaka target koreksi menengah untuk saham TSLA dapat berada di kisaran US$ 400 sebagai level support psikologis berikutnya. Trader dan investor perlu memperhitungkan bahwa harga saat ini bisa tertekan oleh faktor fundamental di atas.

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest