Bayangin kalau satu keputusan trading tiba-tiba menghasilkan sekitar Rp18 TRILIUN. Apa yang bakal kamu lakukan? 👀
Kisah ini terjadi pada Black Wednesday 1992, ketika Inggris berusaha mempertahankan nilai pound. Tapi para trader melihat satu masalah besar: pound dianggap terlalu mahal, sementara ekonomi Inggris sedang melemah.
Salah satu yang berani mengambil posisi besar adalah George Soros.
Bank of England bahkan sempat menaikkan suku bunga dari 10% → 12%, lalu mengumumkan kenaikan hingga 15%. Tapi pound tetap jatuh.
Akhirnya, pada 16 September 1992, Inggris menyerah dan keluar dari sistem nilai tukar tersebut.
💰 Soros dilaporkan meraup sekitar US$1 miliar dari pertaruhan itu—yang jika dikonversikan dengan nilai saat ini bisa mencapai sekitar Rp18 triliun.
👇 Sekarang giliran kamu:
Kalau tiba-tiba kamu dapat Rp18 TRILIUN dari satu trade, hal pertama yang bakal kamu lakukan apa?
💬 Tulis jawabanmu di kolom komentar!
Jangan jawab “WD semua” dulu 😂
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน

-จบ-